Home > Uncategorized > Sholat Sebagai Penghubung

Sholat Sebagai Penghubung

January 3rd, 2009 Leave a comment Go to comments

Sholat Sebagai Penghubung. Dari sekian banyak rangkaian ibadah yang diwajibkan, shalat adalah yang paling ditekankan sekali untuk menyegerakan waktunya. Shalat adalah rukun Islam yang kedua sesudah bersyahadat, dari kelima rukun Islam itu ibadah shalat merupakan amalan yang pertama sekali dihitung diakhirat kelak, baik shalatnya maka kebaikanlah yang akan menyertainya, buruk shalatnya maka keburukan itu akan selalu merongrongnya. Diterangkan ibadah shalat ini adalah sarana penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Rasulullah Saw bersabda .” Innaahadukum izashalayuna jirabbahu.” Sesungguhnya jika seseorang dari kamu mengerjakan shalat, ia telah bermunajat (doa) kepada Rabbnya. Hadis singkat Beliau Saw ini menjelaskan bahwa cara bermunajat atau berdoa yang paling sempurna itu hendaknya diawali dengan shalat. Karena shalat itu sendiri terdiri dari rangkaian doa-doa dan puji-pujian pada Allah, dan juga sebagai taman ibadah yang didalamnya penuh dengan segala yang menyejukan. Tentu hal ini bisa dirasakan dengan menjadikan shalat ini benar-benar sebagai penghubung antara jiwa kita dengan Allah dan pencegah dari kemungkaran. Namun, sangat disayangkan ibadah shalat sebagai tiang dari tegaknya syariat Islam ini sering kali kurang mendapat perhatian dari sebagian kalangan, kesibukkan duniawi telah mengikis eksistensi manusia itu sendiri sebagai makhluk Allah yang harus menyembah secara tulus pada-Nya.

Rasulullah Saw telah menegaskan lewat sabdanya “ Bangunan Islam didirikan atas lima tiang. Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayarkan zakat, melaksanakan ibadah haji (bila ada kesanggupan), dan berpuasa dibulan ramadhan.” (Hr. Bukhari dan Muslim). Kelima perkara diatas merupakan asas terpenting untuk berdiri dengan kokoh ajaran Islam tersebut. Selain hal diatas, Rasulullah Saw juga pernah mengambarkan bahwa, ajaran Islam itu ibarat sebuah kemah, lima batang tiang sebagai penyangganya. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat, sedangkan empat tiang pengiringnya adalah untuk menyangga keempat sudut yang dipunyai kemah tersebut. Tampa tiang tengah kemah itu dipastikan tidak dapat berdiri secara baik dan kokoh, begitu juga satu tiang dari keempat sudut tersebut tidak ada , kemah itu masih bisa berdiri namun kondisinya akan jauh dari yang diharapkan. Sebagai manusia yang ditelah diberi akal dan pikiran marilah kita introspeksi kembali diri dan keadaan amalan kita, sudah sejauh manakah kita tegakkan tiang-tiang Islam yang telah beliau sabdakan diatas ?. Dan diantara kelima tiang itu tiang yang manakah yang sering kita tinggalkan atau abaikan ?. Sangat disadari kalaupun tidak seluruh rukun tsb mampu untuk kita realisasikan, namun rukun kedua merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, dalam keadaan apapun harus ditunaikan.

Shalat adalah perkara terpenting setelah iman itu yang sering diajarkan. Abdullah bin Mas’ud ra bercerita, bahwa beliau pernah bertanya pada Rasulullah Saw. Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah yaa Habibullah ?. Beliau Saw menjawab Shalat, apalagi setelah itu ? Beliau Saw menjawab berbakti kepada kedua orang tua dan jihad dijalan Allah. Setelah itu Beliau Saw bersabda.”Al shalatun khairunmaudhuin.” Shalat adalah sebaik-abaik amalan yang ditetapkan Allah bagi hamba-Nya. Lalu shalat seperti apa yang telah ditetapkan-Nya itu ?, apakah shalat yang dikerjakan diakhir waktu yang terkesan hanya sebagai pengugur kewajiban saja sehingga mengerjakannya terkesan asal-asalan ?, atau shalat yang mengharapkan pujian dari orang lain (Ria)?. Dijelaskan, shalat yang akan mendapat perhitungan dari Allah tersebut adalah shalat yang dikerjakan dengan penuh kesadaran dengan niat yang ikhlas, khusyuk serta sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam Al Quran dan Hadis Saw. Seperti yang telah difirmankan Allah dalam Qs Al Mukminun ayat 1-2 .”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang shalat (yaitu), orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” Melalui ayat diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hanya amalan shalat yang sesuai dengan tata cara Islam dan dikerjakan dengan penuh ketenangan, tawaduk dan sabarlah yang baru akan dapat perhitungan Allah. Lalu bagaimana dengan shalat yang dikerjakan selalu diujung waktu, tergesa-gesa ?, maka jelas shalat seperti inilah yang tidak akan mampu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar itu.

Shalat harus dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan harap pada Allah. Khusyuk berarti, Inkhifaat atau merendah, Dzull bermakna merasa hina dan sukun yang berarti tenang. Inkhifaat berarti, selalu dalam keadaan merendah dalam beribadah kepada Allah yang akan melahirkan sifat Qanaah dan sifat tawaduk terhadap sesama makhluk Allah. Sedangkan kalimat Dzull bermakna selalu menanamkan perasaan kecil dan sangat hina dihadapan sang Khalik, sebagai pencipta dari alam semesta yang maha besar ini. Dengan sifat ini akan menjauhkan seseorang dari sifat sombong, ponggah, takabur, merasa diri paling baik, sok alim dsb. Dan arti Sukun merupakan buah dari kekhusyukan tersebut yang akan melahirkan sifat tenang, sabar dalam berbagai situasi dan kondisi yang diamplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga hal diatas yang terangkum dalam kalimat khusyuk, hendaknya harus selalu menjadi bahan pemikiran dan perhatian didalam setiap melakukan amalan wajib ini maupun dalam amalan-amalan lainnya. Kita harus selalu berusaha semaksimal mungkin bagaimana supaya amalan-amalan yang telah kita kerjakan mendapat hasil yang baik dan melahirkan ketenangan jiwa dan pikiran, yang salah satunya dengan cara menghadirkan kekhusyukan yang berlanjut pada hubungan yang sempurna antara seorang hamba dengan Khaliknya. Allahpun telah menegaskan bahwa hal ini memang berat dan sangat menyulitkan namun, kesungguhan dan komitmen yang mantap serta kesabaran yang terpelihara insya Allah rasa ini akan dapat tumbuh dengan sempurna. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” ( Qs Al Baqarah – 45 ).

Dari ayat diatas tergambar suatu perintah untuk melakukan amalan terutama amalan shalat dengan penuh kekhusyukan, tenang, sabar dan penuh keikhlassan. Dilain hal Allah sangat tidak menyukai manusia yang didalam hatinya tersimpat sifat munafik, nifak, ria, sombong, sum’ah, takabur dsb. Manusia-manusia seperti ini akan mendapat ancaman dari Allah seperti yang terekam dalam Qs An Nisa ayat 142.” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah pasti akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud ria (dengan shalat) dihadapan manusia dan mereka tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” Inilah shalatnya orang munafik dan penipu, yang diselimuti dengan sifat ria yang hanya mengharapkan pijian dari orang lain, dan apabila dalam keadaan sendirian, lalu datang perintah shalat maka dia akan sangat malas bahkan sampai meninggalkannya. Diingatkan, janganlah rasa khusyuk ini sampai hilang dalam hati, kalau rasa ini sudah menjauh maka seseorang akan merasa berat melaksanakan segala perintah Allah termasuk shalat. Sadarilah bahwa ibadah shalat ini adalah alat penghubung kita dengan Allah, Allah hanya menginginkan amalan yang suci dan murni dari hamba-Nya, tak ada lagi yang dimiliki didunia ini selain shalat dan sabar sebagai pencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Sudah waktunya kita mempertanyakan pada nurani kita masing-masing, sudah sempurnakan amalan yang dikerjakan selama ini ?, serta sudahkan diri ini menjadikan amal ibadah khususnya shalat benar-benar sebagai penghubung bathin dengan Allah dan pencegah dari perbuatan syaitan dan iblis ?, yang kadang dengan sengaja kita undang kehadirannya dalam hati kita ?. Allah Hu A’llam.

Penulis : Pengamat Sosial Keagamaan

Tinggal Di Padang

Tulisan ini telah diterbitkan pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 07 Februari 2008 / 01 Safar 1429 H Pada Halaman 05  Kolom Opini

Categories: Uncategorized Tags:
  1. January 4th, 2009 at 01:44 | #1

    Masih posting pertama ya ..?
    Salam kenal semoga sukses dari http://myrazano.com
    dengan postinggan pertama juga ” Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya ”

    Ditunggu kunjungan dan dukungannya ( maklum masih sepi pengunjung )

    terimakasih

  2. February 1st, 2009 at 16:26 | #2

    yo, oyonk.com great name for site)))

  3. February 4th, 2009 at 18:48 | #3

    oyonk.com – cooooolest domain name)))
    ————————
    internet signature: http://hyundai-hyundai-accent.ru

  4. February 26th, 2009 at 20:42 | #4

    oke……..?

  5. May 1st, 2010 at 14:25 | #5

    ??? ??? ??????? — ??? ????????? ?????, ?????????? ????? ????? ??????? ????????? ???????????. ???? ?????? ? ???????? ????? ? ????? — ??? ???, ????? ?? ? ????????? ??? ?????????? ??????? ????????? ?? ??? ? ?????, ???? ??????? ??? ????????? ? ?????????.
    ???????????? ??? oyonk.com

  6. sri wahyuni
    November 26th, 2012 at 13:29 | #6

    Saya setuju dengan artikel ini, karena shalat merupakan amalan yang pertama sekali dihitung diakhirat kelak, baik shalatnya maka kebaikanlah yang akan menyertainya, buruk shalatnya maka keburukan itu akan selalu merongrongnya. Ibadah sholat merupakan sarana penghubung antara seorang hamba dengan tuhannya.shalat itu sendiri terdiri dari rangkaian doa-doa dan puji-pujian pada Allah, dan juga sebagai taman ibadah yang didalamnya penuh dengan segala yang menyejukan.
    shalat yang akan mendapat perhitungan dari Allah tersebut adalah shalat yang dikerjakan dengan penuh kesadaran dengan niat yang ikhlas, khusyuk serta sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam Al Quran dan Hadits. maka kita harus senantiasa menjaga sholat kita agar kita tidak hanya sebagai islam KTP melainkan islam sejati.
    sholat merupakan rukun islam yang kedua setelah syahadat, namun merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, dalam keadaan apapun harus ditunaikan. Kalaupun kita ada udzur kita pun harus mengqodlo’ sholat kita.
    saya menganjurkan kepada umat islam supaya tidak melalaikan sholat kita dan selalu istiqomah di jalan Allah swt.

  7. January 9th, 2013 at 22:07 | #7

    Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

  8. February 3rd, 2013 at 15:46 | #8

    Salam senyum dari saya
    terimakasih banyak atas tulisannya, semoga bermanfaat untuk kita smua yang membacanya, dan menambah pengetahuan kita semua, sekilahnya bisa saling silaturahmi, silahkan kunjung ke blog saya. terimakasih

  1. No trackbacks yet.

You might also likeclose